Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI Lengkap Syarat Pengajuan

Ardena.co.id Ansuran Pinjaman KUR BRI menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari oleh pelaku UMKM yang ingin mendapatkan tambahan modal usaha dengan cicilan ringan.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI dirancang untuk membantu pengembangan usaha produktif melalui skema pinjaman dengan suku bunga rendah, tenor fleksibel, serta pilihan plafon yang dapat disesuaikan dengan kemampuan usaha.

Karena itu, memahami sistem ansuran KUR BRI sejak awal sangat penting agar pelaku usaha dapat merencanakan keuangan secara lebih matang dan terhindar dari risiko keterlambatan pembayaran.

Dalam artikel ini, pembahasan mengenai ansuran Pinjaman KUR BRI akan dikulas secara lengkap, mulai dari pengertian ansuran, jenis KUR beserta skema cicilannya, hingga simulasi perhitungan dan tips agar pembayaran tetap lancar.

Informasi ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi calon maupun debitur KUR BRI untuk menentukan pilihan pinjaman yang tepat, memahami kewajiban angsuran, serta mengelola arus kas usaha dengan lebih aman dan berkelanjutan.

Apa Itu Ansuran Pinjaman KUR BRI

Ansuran Pinjaman KUR BRI adalah kewajiban pembayaran rutin yang harus dilakukan debitur setiap bulan setelah menerima fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.

Ansuran ini terdiri dari dua komponen utama, yaitu pokok pinjaman dan bunga, yang besarannya telah ditentukan sejak awal perjanjian kredit.

KUR BRI dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usahanya dengan pembiayaan yang ringan.

Oleh karena itu, sistem ansurannya dibuat relatif terjangkau dengan suku bunga rendah yang disubsidi pemerintah. Besar kecilnya ansuran dipengaruhi oleh jumlah pinjaman, tenor (jangka waktu), serta jenis KUR yang dipilih.

Pembayaran ansuran KUR BRI umumnya dilakukan setiap bulan melalui rekening BRI, agen BRILink, atau kanal pembayaran resmi lainnya. Ketepatan membayar ansuran sangat penting karena akan memengaruhi riwayat kredit nasabah dan peluang pengajuan pinjaman berikutnya.

Jenis-Jenis KUR BRI dan Skema Ansurannya

KUR BRI memiliki beberapa jenis pembiayaan yang disesuaikan dengan skala dan kebutuhan usaha. Masing-masing jenis KUR memiliki skema ansuran yang berbeda, baik dari sisi plafon pinjaman maupun jangka waktu pengembalian.

1. KUR Super Mikro BRI

KUR Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha pemula atau usaha yang baru berjalan. Plafon pinjaman relatif kecil dengan tenor pendek hingga menengah. Skema ansurannya sangat ringan karena bunga rendah dan cicilan bulanan disesuaikan dengan kemampuan usaha mikro.

2. KUR Mikro BRI

KUR Mikro BRI menyasar UMKM yang telah berjalan dan memiliki omzet usaha stabil. Skema ansuran pada KUR Mikro biasanya bersifat flat, sehingga jumlah cicilan per bulan tetap hingga masa kredit berakhir. Tenor pinjaman bisa mencapai beberapa tahun, tergantung kesepakatan dan kelayakan usaha.

3. KUR Kecil BRI

KUR Kecil diperuntukkan bagi usaha yang membutuhkan modal lebih besar untuk pengembangan. Skema ansurannya menyesuaikan plafon pinjaman yang lebih tinggi, dengan tenor lebih panjang. Walaupun cicilan per bulan lebih besar dibanding KUR Mikro, suku bunga tetap kompetitif dan terjangkau.

4. KUR TKI BRI

Jenis KUR ini dikhususkan bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja ke luar negeri. Skema ansurannya disesuaikan dengan kebutuhan biaya keberangkatan dan kemampuan pembayaran setelah bekerja, dengan jadwal cicilan yang telah diatur sejak awal.

Besaran Ansuran KUR BRI Berdasarkan Plafon Pinjaman

Besaran ansuran KUR BRI ditentukan oleh beberapa faktor utama, seperti jumlah plafon pinjaman, jangka waktu kredit, serta suku bunga yang ditetapkan pemerintah.

Artikel Lain  Daftar Pinjol Ilegal Terbaru 2026 yang Perlu Dihindari Masyarakat

Semakin besar plafon pinjaman yang diajukan, maka nominal cicilan per bulan juga akan meningkat, meskipun masih tergolong ringan karena KUR BRI memiliki bunga rendah.

KUR BRI dirancang agar pelaku UMKM dapat menyesuaikan kemampuan bayar dengan arus kas usaha. Oleh karena itu, debitur diberikan pilihan tenor mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan. Dengan skema ini, nasabah dapat memilih cicilan yang paling aman tanpa membebani operasional usaha.

Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru

Berikut gambaran tabel angsuran KUR BRI berdasarkan plafon pinjaman dan tenor yang umum digunakan. Tabel ini bersifat estimasi dengan bunga KUR rendah yang berlaku saat ini.

Plafon Pinjaman 12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan 48 Bulan 60 Bulan
Rp10.000.000 Rp860.000 Rp445.000 Rp305.000 Rp235.000 Rp195.000
Rp20.000.000 Rp1.720.000 Rp890.000 Rp610.000 Rp470.000 Rp390.000
Rp30.000.000 Rp2.580.000 Rp1.335.000 Rp915.000 Rp705.000 Rp585.000
Rp40.000.000 Rp3.440.000 Rp1.780.000 Rp1.220.000 Rp940.000 Rp780.000
Rp50.000.000 Rp4.300.000 Rp2.225.000 Rp1.525.000 Rp1.175.000 Rp975.000
Rp100.000.000 Rp8.600.000 Rp4.450.000 Rp3.050.000 Rp2.350.000 Rp1.950.000

 

Catatan penting:

  • Angsuran di atas merupakan estimasi dan dapat sedikit berbeda tergantung kebijakan cabang BRI.
  • Nominal cicilan sudah termasuk pokok dan bunga.
  • Tenor yang lebih panjang membuat cicilan lebih ringan, namun total pembayaran menjadi lebih besar.

Tabel Angsuran KUR Mikro BRI

KUR Mikro ditujukan bagi pelaku usaha kecil dengan plafon pinjaman hingga Rp50 juta tanpa agunan tambahan. Skema cicilan dibuat ringan agar tidak mengganggu modal usaha harian.

Estimasi Tabel Angsuran KUR Mikro BRI

Plafon Pinjaman 12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan
Rp5.000.000 Rp430.000 Rp223.000 Rp153.000
Rp10.000.000 Rp860.000 Rp445.000 Rp305.000
Rp15.000.000 Rp1.290.000 Rp668.000 Rp458.000
Rp20.000.000 Rp1.720.000 Rp890.000 Rp610.000
Rp25.000.000 Rp2.150.000 Rp1.113.000 Rp763.000
Rp50.000.000 Rp4.300.000 Rp2.225.000 Rp1.525.000

Tabel Angsuran KUR Kecil BRI

KUR Kecil diperuntukkan bagi UMKM yang membutuhkan modal lebih besar, dengan plafon pinjaman mulai dari di atas Rp50 juta hingga Rp500 juta. Tenor lebih panjang sehingga cicilan tetap terjangkau.

Estimasi Tabel Angsuran KUR Kecil BRI

Plafon Pinjaman 12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan 48 Bulan 60 Bulan
Rp100.000.000 Rp8.600.000 Rp4.450.000 Rp3.050.000 Rp2.350.000 Rp1.950.000
Rp150.000.000 Rp12.900.000 Rp6.675.000 Rp4.575.000 Rp3.525.000 Rp2.925.000
Rp200.000.000 Rp17.200.000 Rp8.900.000 Rp6.100.000 Rp4.700.000 Rp3.900.000
Rp300.000.000 Rp25.800.000 Rp13.350.000 Rp9.150.000 Rp7.050.000 Rp5.850.000
Rp500.000.000 Rp43.000.000 Rp22.250.000 Rp15.250.000 Rp11.750.000 Rp9.750.000

Tabel Angsuran KUR TKI BRI

KUR TKI ditujukan khusus untuk pembiayaan calon Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri. Plafon pinjaman relatif kecil dengan tenor singkat, disesuaikan masa kontrak kerja.

Estimasi Tabel Angsuran KUR TKI BRI

Plafon Pinjaman 12 Bulan 18 Bulan 24 Bulan
Rp10.000.000 Rp860.000 Rp600.000 Rp445.000
Rp15.000.000 Rp1.290.000 Rp900.000 Rp668.000
Rp20.000.000 Rp1.720.000 Rp1.200.000 Rp890.000
Rp25.000.000 Rp2.150.000 Rp1.500.000 Rp1.113.000

Catatan Tambahan

  • Angsuran bersifat estimasi dan dapat berbeda di tiap cabang BRI
  • Cicilan dipengaruhi tenor, plafon, dan kebijakan kredit
  • Nasabah disarankan memilih tenor sesuai kemampuan arus kas

Suku Bunga KUR BRI dan Pengaruhnya terhadap Ansuran

Suku bunga menjadi salah satu faktor utama yang menentukan besar kecilnya ansuran pinjaman KUR BRI. Program Kredit Usaha Rakyat dari BRI dikenal memiliki suku bunga yang relatif rendah karena mendapatkan dukungan subsidi dari pemerintah.

Dengan bunga yang ringan, pelaku UMKM dapat mengakses pembiayaan usaha tanpa terbebani cicilan yang terlalu besar setiap bulannya.

Besaran suku bunga KUR BRI secara langsung memengaruhi jumlah angsuran yang harus dibayarkan debitur. Semakin rendah suku bunga yang diterapkan, maka porsi cicilan bulanan akan terasa lebih ringan, sehingga arus kas usaha dapat tetap terjaga.

Kondisi ini sangat membantu pelaku usaha kecil agar tetap fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir tekanan pembayaran pinjaman.

Selain itu, suku bunga KUR BRI bersifat stabil dan transparan sejak awal perjanjian kredit. Hal ini memberikan kepastian bagi peminjam dalam mengatur keuangan usaha, karena besaran angsuran tidak berubah-ubah selama masa pinjaman berjalan. Dengan perencanaan keuangan yang lebih matang, risiko gagal bayar pun dapat diminimalkan.

Tenor Pinjaman KUR BRI dan Pilihan Jangka Waktu

Tenor atau jangka waktu pinjaman KUR BRI merupakan durasi pelunasan kredit yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan debitur.

BRI menyediakan pilihan tenor yang cukup fleksibel, mulai dari jangka pendek hingga beberapa tahun, tergantung jenis KUR dan tujuan penggunaan dana pinjaman.

Pemilihan tenor sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya angsuran bulanan. Tenor yang lebih panjang akan membuat cicilan per bulan menjadi lebih ringan, namun total pembayaran bunga secara keseluruhan bisa lebih besar. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek menyebabkan angsuran bulanan lebih tinggi, tetapi total beban bunga relatif lebih kecil.

Artikel Lain  Cara Transfer BCA ke ShopeePay Lewat m-Banking dan ATM Lengkap

Oleh karena itu, calon debitur KUR BRI disarankan mempertimbangkan kondisi usaha sebelum menentukan jangka waktu pinjaman.

Menyesuaikan tenor dengan perputaran modal dan pendapatan usaha akan membantu menjaga stabilitas keuangan. Dengan memilih tenor yang tepat, pinjaman KUR BRI dapat menjadi solusi pembiayaan yang efektif dan berkelanjutan bagi pengembangan usaha.

Simulasi Perhitungan Ansuran KUR BRI

Simulasi perhitungan ansuran KUR BRI menjadi langkah penting sebelum mengajukan pinjaman agar pelaku usaha memahami kewajiban cicilan bulanan yang harus dibayarkan.

Perhitungan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti jumlah pinjaman, tenor kredit, serta suku bunga KUR yang ditetapkan pemerintah. Dengan mengetahui simulasi sejak awal, nasabah dapat menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan arus kas usaha.

Sebagai contoh, jika pelaku UMKM mengajukan KUR BRI sebesar Rp50 juta dengan tenor 36 bulan, maka ansuran per bulan akan dibagi secara proporsional berdasarkan pokok pinjaman dan bunga tetap.

Semakin panjang jangka waktu pinjaman, nilai cicilan per bulan menjadi lebih ringan, namun total bunga yang dibayarkan akan lebih besar. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek menghasilkan cicilan bulanan lebih tinggi, tetapi total biaya kredit menjadi lebih efisien.

Simulasi juga membantu nasabah membandingkan berbagai skenario pinjaman. Dengan mencoba beberapa pilihan tenor dan plafon, calon debitur dapat menentukan kombinasi yang paling ideal tanpa memberatkan keuangan usaha.

Oleh karena itu, simulasi ansuran KUR BRI bukan hanya sekadar perhitungan angka, tetapi juga alat perencanaan keuangan yang strategis bagi pelaku UMKM.

Perbedaan Ansuran KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI

Ansuran KUR BRI memiliki perbedaan signifikan tergantung pada jenis program yang dipilih, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI. Masing-masing skema dirancang untuk kebutuhan dan karakteristik nasabah yang berbeda.

KUR Mikro menawarkan plafon pinjaman yang lebih kecil dengan proses pengajuan yang relatif sederhana. Ansuran KUR Mikro umumnya lebih ringan karena nilai pinjaman disesuaikan dengan skala usaha mikro, sehingga cocok bagi pelaku usaha pemula atau UMKM dengan modal terbatas.

KUR Kecil ditujukan bagi usaha yang sudah berkembang dan membutuhkan tambahan modal lebih besar. Besaran ansuran KUR Kecil cenderung lebih tinggi dibanding KUR Mikro karena plafon pinjaman yang lebih besar.

Namun, tenor yang fleksibel memungkinkan pelaku usaha menyesuaikan cicilan agar tetap seimbang dengan pendapatan usaha.

Sementara itu, KUR TKI memiliki karakteristik yang berbeda karena diperuntukkan bagi calon atau mantan tenaga kerja Indonesia.

Ansuran KUR TKI biasanya disesuaikan dengan masa kerja dan proyeksi penghasilan di luar negeri, sehingga skema cicilannya dirancang agar tidak memberatkan sebelum atau saat masa penempatan kerja.

Secara keseluruhan, perbedaan ansuran KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI terletak pada plafon pinjaman, tujuan penggunaan dana, serta kemampuan bayar nasabah.

Memahami perbedaan ini akan membantu calon debitur memilih jenis KUR BRI yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan finansialnya.

Syarat Pengajuan KUR BRI yang Mempengaruhi Besar Ansuran

Besarnya ansuran KUR BRI tidak hanya ditentukan oleh jumlah pinjaman dan tenor, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh syarat yang dipenuhi oleh calon debitur. Setiap persyaratan memiliki peran penting dalam proses analisis kredit yang dilakukan oleh pihak bank.

Pemenuhan syarat secara lengkap dan tepat akan membantu nasabah mendapatkan skema ansuran yang lebih ringan dan sesuai kemampuan usaha.

Syarat Usaha Aktif dan Layak

Usaha harus sudah berjalan minimal sesuai ketentuan BRI dan memiliki aktivitas usaha yang jelas serta berkelanjutan.

Syarat Legalitas dan Identitas Pemohon

Kelengkapan dokumen identitas seperti KTP, KK, dan dokumen pendukung lainnya menjadi dasar penilaian awal kredit.

Syarat Riwayat Kredit Pemohon

Riwayat pinjaman sebelumnya yang tercatat di sistem perbankan memengaruhi persetujuan plafon dan besaran ansuran.

Syarat Plafon Pinjaman yang Diajukan

Jumlah dana yang diajukan akan berbanding lurus dengan besarnya cicilan per bulan.

Syarat Jangka Waktu atau Tenor Pinjaman

Pilihan tenor pinjaman menentukan tinggi rendahnya nilai ansuran yang harus dibayarkan secara rutin.

Cara Menghitung Ansuran KUR BRI Secara Mandiri

Menghitung ansuran KUR BRI secara mandiri dapat membantu calon peminjam memperkirakan kemampuan pembayaran sebelum mengajukan kredit. Dengan perhitungan awal, risiko keterlambatan angsuran dapat diminimalkan.

Berikut tutorial perhitungan ansuran KUR BRI menggunakan langkah numeric.

  1. Tentukan jumlah pinjaman KUR BRI yang akan diajukan
  2. Tentukan tenor pinjaman dalam satuan bulan
  3. Tentukan suku bunga KUR BRI yang berlaku
  4. Hitung total bunga pinjaman sesuai tenor
  5. Jumlahkan pokok pinjaman dengan total bunga
  6. Bagi total pinjaman dengan jumlah bulan tenor
  7. Hasil pembagian merupakan estimasi ansuran per bulan

Artikel Lain  Cara Menaikan Limit Kartu Kredit BCA di Aplikasi myBCA

Jadwal Pembayaran Ansuran KUR BRI

Jadwal pembayaran ansuran KUR BRI ditentukan sejak awal akad kredit antara nasabah dan pihak bank. Umumnya, tanggal jatuh tempo ditetapkan secara tetap setiap bulan agar memudahkan perencanaan keuangan usaha.

Misalnya, jika pencairan dilakukan pada tanggal 10, maka pembayaran ansuran berikutnya akan jatuh tempo di tanggal yang sama pada bulan-bulan selanjutnya.

BRI menyediakan fleksibilitas metode pembayaran untuk memenuhi jadwal ansuran tersebut. Nasabah dapat membayar melalui teller bank, ATM BRI, BRImo, hingga autodebet rekening.

Konsistensi dalam mengikuti jadwal pembayaran sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap riwayat kredit nasabah. Riwayat pembayaran yang lancar akan memudahkan pengajuan pinjaman lanjutan atau peningkatan plafon KUR di masa depan.

Selain itu, nasabah disarankan mencatat tanggal jatuh tempo dan menyiapkan dana beberapa hari sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk menghindari keterlambatan akibat kendala teknis, seperti gangguan sistem atau saldo rekening yang belum mencukupi.

Denda Keterlambatan Ansuran KUR BRI

Apabila pembayaran ansuran KUR BRI melewati tanggal jatuh tempo, bank akan mengenakan denda keterlambatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Denda ini umumnya dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan dan nilai angsuran yang belum dibayarkan. Meskipun nominalnya terlihat kecil, jika keterlambatan terjadi berulang, akumulasi denda dapat memberatkan keuangan usaha.

Selain denda, keterlambatan pembayaran juga berdampak pada catatan kredit nasabah. Riwayat tunggakan akan tercatat dalam sistem perbankan dan dapat memengaruhi penilaian kelayakan kredit di kemudian hari.

Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menghambat akses pembiayaan tambahan, baik di BRI maupun di bank lain.

Untuk menghindari denda, nasabah dianjurkan memanfaatkan fitur pengingat pembayaran atau sistem autodebet. Jika menghadapi kendala usaha yang menyebabkan kesulitan membayar tepat waktu, sebaiknya segera berkomunikasi dengan pihak BRI.

Dengan komunikasi yang baik, bank dapat memberikan solusi sesuai kebijakan yang berlaku tanpa memperburuk kondisi kredit nasabah.

Cara Cek Sisa Ansuran KUR BRI

Mengetahui sisa ansuran KUR BRI sangat penting bagi debitur agar dapat mengatur arus keuangan usaha dengan lebih terencana.

Dengan rutin mengecek sisa pinjaman, pelaku UMKM bisa memastikan kewajiban cicilan berjalan sesuai jadwal dan menghindari risiko tunggakan. Bank BRI sendiri menyediakan beberapa kanal resmi yang memudahkan nasabah untuk memantau sisa ansuran secara praktis dan cepat.

Pengecekan sisa ansuran KUR BRI dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus selalu datang ke kantor cabang. Baik melalui layanan digital maupun fasilitas perbankan konvensional, nasabah memiliki fleksibilitas untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Tutorial Cek Sisa Ansuran KUR BRI:

  1. Buka aplikasi BRImo
  2. Login menggunakan akun BRImo
  3. Pilih menu “Pinjaman”
  4. Pilih rekening KUR BRI
  5. Lihat informasi sisa pokok dan angsuran
  6. Selesai

Alternatif lain:

  1. Datang ke ATM BRI
  2. Masukkan kartu dan PIN
  3. Pilih menu “Informasi”
  4. Pilih “Informasi Kredit”
  5. Lihat detail sisa ansuran
  6. Selesai

Tips Agar Ansuran KUR BRI Tetap Lancar

Kelancaran pembayaran ansuran KUR BRI sangat berpengaruh terhadap reputasi kredit nasabah dan peluang pengajuan pembiayaan di masa mendatang.

Oleh karena itu, disiplin dalam membayar cicilan menjadi kunci utama agar usaha tetap berkembang tanpa hambatan administrasi perbankan.

Dengan perencanaan keuangan yang tepat dan kebiasaan pembayaran yang konsisten, risiko keterlambatan dapat diminimalkan.

Selain itu, memanfaatkan fitur perbankan digital juga dapat membantu nasabah agar tidak melewatkan jadwal pembayaran ansuran KUR BRI setiap bulannya.

Tutorial Tips Menjaga Kelancaran Ansuran KUR BRI:

  1. Catat tanggal jatuh tempo ansuran
  2. Sisihkan dana cicilan sejak awal
  3. Aktifkan notifikasi BRImo
  4. Gunakan autodebet rekening
  5. Bayar sebelum tanggal jatuh tempo
  6. Simpan bukti pembayaran

Solusi Jika Tidak Mampu Membayar Ansuran KUR BRI

Kesulitan membayar ansuran KUR BRI bisa terjadi pada siapa saja, terutama pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet atau kendala usaha tak terduga. Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah tidak mengabaikan kewajiban cicilan, karena keterlambatan tanpa komunikasi dapat berdampak pada denda hingga riwayat kredit.

Salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah mengajukan restrukturisasi kredit ke pihak BRI. Restrukturisasi ini biasanya berupa perpanjangan tenor, penyesuaian jumlah ansuran, atau keringanan pembayaran sementara sesuai kondisi keuangan debitur.

Proses ini harus diajukan secara resmi melalui kantor cabang BRI dengan menyertakan penjelasan kondisi usaha yang sebenarnya.

Selain restrukturisasi, debitur juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas bank untuk mencari skema pembayaran yang lebih realistis. Pihak bank umumnya lebih terbuka membantu nasabah yang kooperatif dibandingkan debitur yang tidak memberikan kabar.

Dalam beberapa kasus tertentu, penjadwalan ulang pembayaran bisa menjadi solusi agar usaha tetap berjalan tanpa tekanan finansial berlebihan.

FAQ Seputar Ansuran Pinjaman KUR BRI

1. Apa yang terjadi jika telat membayar ansuran KUR BRI?
Keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat memengaruhi catatan kredit debitur.

2. Apakah ansuran KUR BRI bisa ditunda sementara?
Penundaan tidak otomatis diberikan, namun debitur dapat mengajukan permohonan restrukturisasi atau penyesuaian pembayaran ke BRI.

3. Apakah gagal bayar KUR BRI berdampak pada pengajuan kredit lain?
Ya, riwayat pembayaran KUR tercatat dalam sistem perbankan dan dapat memengaruhi persetujuan kredit di masa depan.

4. Apakah usaha yang sedang sepi tetap wajib membayar ansuran?
Kewajiban tetap ada, namun debitur bisa mengajukan solusi pembayaran yang lebih ringan melalui bank.

5. Ke mana harus melapor jika mengalami kesulitan membayar KUR BRI?
Debitur dapat langsung datang ke kantor cabang BRI terdekat atau menghubungi petugas kredit yang menangani pinjaman.